israel luncurkan satelit

Oleh: Iwan Qodar Hinaan

Lewat siaran nasional stasiun televisinya,Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memberikan
pengumuman dengan rasa bangga.
”Penduduk Iran yang saya cintai. Putra-putra terbaikmu berhasil menempatkan satelitnya di luar
angkasa. Mulai saat ini Iran menjadi negara yang berhasil membangun, meluncurkan, dan
mengendalikan satelit sendiri.
” Peluncuran itu berlangsung Selasa (3/2), bertepatan dengan 30 tahun Revolusi Iran, sebuah
revolusi yang mengubah haluan politik Iran dari sekutu Amerika Serikat (AS) menjadi negeri
yang senantiasa dicurigai.
Dengan peluncuran satelit ini,Iran kini masuk ke dalam kelompok eksklusif, kelompok negara
yang bisa merancang satelit sekaligus meluncurkannya. Delapan negara lain yang lebih dulu
adalah Rusia, AS, Prancis, Jepang, China,Inggris,India,dan Israel. Satelit itu diberi nama Omid,
bermakna ”harapan”.
Para insinyur Iran mulai membangunnya sejak Februari 2006.Pada Februari 2008, satelit
memasuki masa uji coba. Satelit dengan berat hanya 27 kg itu diniatkan sebagai wahana
komunikasi.Menurut janji Presiden Mahmoud Ahmadinejad, setelah meluncurnya Omid, akan
menyusul satelit-satelit lain.
Bahkan dia sudah menggagas untuk mengirim astronot Iran ke luar angkasa dengan kendaraan
buatan dalam negeri.Roket Safir (bermakna ”utusan”) generasi baru sudah dirancang untuk
mampu membawa satelit hingga ketinggian 600–900 km, jauh lebih tinggi ketimbang garis edar
Omid sekarang, yaitu pada 245 km (terendah) dan 380 km (terjauh).
Secara teknologi satelit, peluncuran satelit Omid sebetulnya merupakan hal biasa.Namun bagi
AS dan sekutunya, terutama Israel, kemampuan Iran menggotong satelit hingga luar angkasa
menimbulkan kekhawatiran lain. Karena dengan mudah Iran mengganti muatan roket itu dari
satelit menjadi peluru kendali.
Paling tidak,ia bisa menjangkau jarak 2.500 km sehingga ibu kota Israel pun bisa disasar. Ini
jauh lebih canggih ketimbang roket Hamas yang paling banter terbang 40 km tanpa
kemampuan membidik lokasi dengan tepat. Dari segi pengalaman, Iran sebetulnya masih kalah

jauh dibandingkan para pendahulunya di bidang satelit.
Pada 1957, Uni Soviet sudah menempatkan Sputnik di luar angkasa. Setahun kemudian,AS
menyusulnya. Dengan keterlambatan yang sedemikian lama,seharusnya AS dan sekutunya
tidak perlu terbengong-bengong.
Apalagi buru-buru mengimbau Iran untuk menyetop pengembangan teknologi satelit.
Kekhawatiran AS antara lain bisa dilihat pada headline koran New York Times edisi Selasa lalu
yang menyatakan bahwa peluncuran satelit Iran merupakan tantangan diplomasi Presiden
Barack Obama.
**** Dengan demikian, peluncuran satelit Iran ikut menghangatkan suasana di Timur Tengah
yang memang sudah panas. Padahal, apa yang dilakukan Iran dengan meluncurkan Omid
sebetulnya belum seberapa bila dibandingkan dengan yang sudah dilakukan Israel,yang sudah
meluncurkan satelit karya sendiri sejak 1988.
Satelit terakhir milik Israel diluncurkan pada 21 Januari 2008,namanya Tecsar, dari pusat
antariksa Satish Dhawan,milik India.Satelitnya dibuat Israel Aerospace Industri, BUMN di
bawah Departemen Pertahanan.Adapun India menyediakan pesawat peluncurnya. Roket yang
dipakai memiliki kekuatan empat tingkat.
Peluncuran Tecsar membuat Iran sangat marah karena itu memang diniatkan untuk
memata-matai Iran dan negara lain yang dianggap musuh, yakni Suriah dan Palestina. Untuk
menjalankan misinya,Tecsar dilengkapi kamera supercanggih yang diklaim sebagai paling
maju.
Meski lintasan orbitnya di ketinggian 450–800 km, ia bisa menghasilkan resolusi sampai 10 cm
melalui sistem radar gelombang X. Dengan kemampuan sebesar ini, buku yang tengah dibaca
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun bisa dibaca judulnya. Selain itu, berbeda dengan
satelit di masa lalu, pemindaian Tecsar tidak terpengaruh cuaca.
Siang, malam, berawan atau badai sekalipun matanya bisa tajam menyorot bumi.Tidak
mengherankan bila bangunan-bangunan penting milik Hamas di jalur Gaza dengan gampang
diluluhlantakkan Israel. Dengan adanya Tecsar, Israel kini memiliki sejumlah serial satelit.
Sebelumnya ia sudah punya satelit mata-mata, yakni Ofeq, yang seri ketujuhnya diluncurkan
pada 2007. Untuk observasi bumi, Israel memiliki Eros. Untuk komunikasi, ada Amos (sampai
seri keempat). Dewasa ini yang tengah dikembangkan adalah satelit Venus, Tauvex, Opsat,
dan Insat.
Dengan berbagai kelebihan itu, Israel dengan gampang mengawasi pergerakan pasukan
negara-negara tetangganya.Entah itu di Suriah,Arab Saudi,Mesir,atau Iran.Negara-negara itu
ibarat sosok telanjang bagi tentara Israel. Suriah sudah merasakan kehebatan satelit Israel.
Pada September 2007, sebuah bangunan yang dicurigai Israel dan AS sebagai kawasan
pengembangan senjata nuklir digempur. Berdasar informasi yang dipadukan antara intelijen

satelit dengan lapangan, Angkatan Udara Israel terbang menempuh jarak ribuan kilometer
dengan mengisi bahan bakar di antariksa Turki tanpa sepengetahuan Turki. Dalam hitungan
detik, instalasi yang dibuat dengan susah payah itu hancur.
**** Israel pertama kali meluncurkan satelit pada 20 September 1988.Langkah itu dinyatakan
para pengamat strategi militer sebagai upaya mengurangi ketergantungannya kepada AS
dalam hal intelijen. Satelit Ofek 1 itu diumumkan sebagai sarana mengumpulkan data energi
matahari, medan magnetik bumi.
Selama sebulan satelit itu beredar di angkasa,sebelum kemudian menghancurkan diri. Semakin
baru,Ofek semakin canggih. Ofek 5 yang diluncurkan pada Mei 2002 dari pangkalan Angkatan
Udara Israel di Palmachim dilengkapi kamera yang mampu membuat dengan jelas objek di
bumi dengan ukuran 80 cm.
Satelit mata-mata Israel terakhir, Ofek 7, yang diluncurkan pada Juni 2007 bisa merekam objek
berukuran 40 cm. Dengan informasi dari Ofek 7, plus intelijen lapangan, Syekh Yasin yang baru
pulang dari salat subuh langsung dihajar dengan rudal.
Sebagai satelit mata-mata, Ofek ditempatkan di jalur rendah, di kisaran 300–1.000 km di atas
bumi. Dengan orbit yang rendah, ada dua manfaat yang diperoleh. Untuk satu kali orbit
mengelilingi bumi, ia hanya butuh waktu 1,5 jam sehingga kawasan negara tetangga seperti
Iran,Palestina, Suriah, Lebanon, dan negara-negara Arab lain bisa dipantau minimal enam kali
sehari.Pemindaian sebuah lokasi dapat lebih sering dilakukan. Manfaat lain, kameranya
bisamerekampergerakan di bumi dengan jauh lebih akurat.
**** Ada dua kesamaan antara Iran dan Israel mengapa mereka begitu berambisi
mengembangkan teknologi luar angkasanya, yakni sama-sama memiliki perasaan terancam.
Israel yang senantiasa merasa terancam oleh negara tetangganya menganggap perlu
mengembangkan teknologi satelit karena merasa suplai informasi dari AS tidak mencukupi.
Tak ada jalan lain kecuali mengembangkan wahana antariksa dengan kemampuan sendiri. Iran
memiliki perasaan yang sama. Embargo AS merupakan faktor yang terutama membuat negeri
para Mullah ini bersikeras mengupayakan kekuatan sendiri.Tak aneh bila Presiden Iran,
Mahmoud Ahmadinejad, bergurau.
Setelah suksesnya peluncuran satelit,dia berkata,”Terima kasih kepada AS.Berkat
embargonya, kami sekarang memiliki teknologi nuklir sendiri dan teknologi luar angkasa yang
maju.” Bila itu kita refleksikan ke negeri kita, harusnya Indonesia berpeluang untuk
mengembangkan teknologi luar angkasa dengan jauh lebih maju.
Dewasa ini Indonesia baru memiliki satelit Tubsat yang diluncurkan dari India pada 2007.
Sebagai negeri yang relatif tidak punya musuh,kesempatan Indonesia untuk mengembangkan
teknologi luar angkasa terbuka luas.(*)

Praktisi Pemetaan Pengurus Pusat, Ikatan Surveyor Indonesia
Sumber: Harian Seputar Indonesia, Jumat 6 Februari 2009

sumber klik here

Iklan
By taufiqmtk08 Posted in politik

One comment on “israel luncurkan satelit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s